Mamasuka Official

Resep Kiriman Dari

Mamasuka Official

Flag Icon

Manfaat Garam Kasar dan Bedanya dengan Garam Halus

Manfaat

Garam kasar merupakan salah satu jenis garam yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sesuai namanya, tekstur garam ini cenderung lebih kasar dari garam halus atau garam meja dengan butiran-butiran yang lebih besar. 

Garam jenis ini terbentuk dari proses penguapan air laut alami tanpa banyak pengolahan sehingga kandungan mineralnya lebih terjaga. Beberapa kandungan mineral yang ada di dalamnya adalah magnesium, kalium, dan kalsium. Disebut juga sebagai garam krosok, garam ini memiliki warna putih kecokelatan dengan rasa asin yang kuat

Di artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang manfaat garam kasar dan perbedaannya dengan garam halus. Simak selengkapnya sampai selesai, ya!

5 Manfaat Garam Kasar 

Garam kasar memiliki berbagai manfaat yang menjangkau berbagai aspek, mulai dari makanan hingga kesehatan. Berikut beberapa manfaat garam krosok atau kasar. 

1. Meningkatkan Rasa dan Tekstur Makanan

Seperti yang telah diulas sebelumnya, garam kasar memiliki tekstur khas dengan butiran besar dan rasa asin yang lebih kuat. Karakter tersebut membuat garam ini dapat meningkatkan rasa dan tekstur makanan. Kristal pada garam ini membuatnya larut lebih lambat sehingga memberikan sensasi asin yang lebih terasa.

Kalau ingin memberikan tekstur alami yang menarik pada hidangan, kamu dapat menaburkan garam ini. Beberapa hidangan yang cocok ditaburi garam ini adalah ayam bakar, ikan goreng, steak, dan lain sebagainya.

2. Menjadi Pengawet Makanan Alami

Jika kamu ingin mengawetkan makanan secara alami, garam kasar bisa menjadi pilihan yang tepat. Garam jenis ini dapat mengeluarkan kelembapan pada makanan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Penggunaan garam ini sebagai pengawet alami pun sering diterapkan dalam proses pembuatan ikan asin atau dendeng.

3. Membersihkan Alat Masak

Manfaat garam kasar yang selanjutnya adalah dapat membantu untuk membersihkan peralatan masak. Teksturnya yang kasar dan bersifat abrasif ringan membuat garam ini ampuh dalam membersihkan noda membandel. Bukan hanya noda membandel, garam jenis ini juga dapat menghilangkan karat pada peralatan logam, lho!

4. Membantu Merawat Kulit

Garam kasar ternyata tak hanya memberikan manfaat untuk keperluan dapur, namun juga di luar dapur. Salah satunya adalah membantu merawat kulit dengan mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus. Kandungan mineral tinggi pada garam ini membantu mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat, kulit kusam, hingga tanda-tanda penuaan.

Kamu dapat menggunakan garam ini sebagai scrub eksfoliasi dan mencampurkannya dengan minyak zaitun dan madu. Cara ini dapat mengangkat sel kulit mati, kotoran, dan minyak berlebih pada kulit. Jika dilakukan secara teratur, kamu bisa mendapatkan kulit yang lebih halus, bersih, dan cerah.

5. Meredakan Nyeri Otot dan Peradangan

Selain merawat kulit, garam jenis ini juga bisa membantu meredakan nyeri otot dan peradangan. Untuk nyeri otot, kamu dapat merendam bagian yang sakit di dalam air garam. Sedangkan untuk peradangan seperti eksim dan psoriasis, kamu dapat mencampurkan garam dengan air mandi atau mengompres bagian yang sakit.

Perbedaan Garam Kasar dengan Garam Halus

Setelah mengetahui apa saja manfaat garam krosok atau kasar, selanjutnya kita akan mengulas perbedaannya dengan garam halus. Berikut beberapa hal yang membedakan garam kasar dengan garam halus atau garam meja.

1. Tekstur

Hal pertama yang membedakan antara garam kasar dan halus adalah tekstur keduanya. Hal ini menjadi perbedaan yang mudah terlihat oleh kasat mata, di mana garam krosok atau kasar lebih bertekstur dibanding garam halus. 

Seperti yang telah diulas sebelumnya, garam krosok berbentuk butiran yang lebih besar dibanding garam halus. Sementara itu, garam meja bertekstur lebih halus dengan butiran kecil dan sedikit mirip dengan tepung.

2. Warna

Perbedaan yang kedua terletak pada warna kedua jenis garam ini. Garam krosok memiliki warna putih kecokelatan karena diproses langsung dari air laut. Warna tersebut menunjukkan kandungan mineral yang terbilang tinggi di dalam garam jenis ini.

Sementara itu, garam halus memiliki warna yang putih bersih. Bahkan terkadang dari kejauhan, garam ini akan terlihat seperti gula atau tepung. Warna putih bersih ini didapat dari proses pemurnian garam yang lebih banyak dibanding garam krosok.

3. Rasa

Selain tekstur dan warna, kedua jenis garam ini juga berbeda dari segi rasa. Garam krosok memiliki rasa asin yang lebih kompleks dan kuat. Garam jenis ini cocok digunakan untuk masakan yang butuh rasa asin yang kuat dan bertekstur.

Di sisi lain, garam halus memiliki rasa asin yang lebih ringan. Tak heran jika garam jenis ini sering digunakan untuk berbagai masakan sehari-hari. Kamu dapat menambahkan garam halus ke berbagai jenis masakan dan menyesuaikan takaran dengan selera.

4. Penggunaan

Hal terakhir yang turut membedakan antara garam halus dan kasar adalah penggunaan keduanya. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, garam krosok dapat dimanfaatkan untuk berbagai penggunaan. Baik di dalam maupun luar dapur, kamu dapat memanfaatkan garam satu ini sesuai dengan kebutuhan.

Sementara itu, garam halus biasa digunakan untuk keperluan memasak sehari-hari. Kemasan dan tekstur garam halus yang lebih praktis membuatnya sering dimasukkan ke dalam masakan. Tak heran jika banyak orang yang menyetok garam jenis ini di dapur dan menggunakannya saat memasak.

Salah satu produk yang wajib kamu stok di dapur adalah Miwon Garam Gurih yang kaya akan yodium. Takarannya telah disesuaikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan perpaduan asin dan gurih yang pas untuk masakan. 

Tersedia dalam berbagai kemasan dari 250 gram hingga 1 kg, Miwon Garam Gurih cocok untuk semua kebutuhan memasak kamu. Untuk cita rasa yang lebih lezat, gunakan juga produk-produk berkualitas lainnya dari MamaSuka, ya!

Daesang Care