Tahukah Mama kalau tangal 2 Oktober dikenal sebagai hari batik? Saat ini, batik tidak hanya dikenakan pada hari - hari tertentu loh Ma, kain batik terutama yang dibuat dengan metode tulis menggunakan canting dan lapisan malam, bisa digunakan sebagai simpanan layaknya perhiasan yang mempunyai nilai tersendiri. Bisa karena proses kepemilikan yang turun temurun, karena motif dari batik itu sendiri atau karena bahan dasar dimana batik tersebut ditulis atau dicetak. Mama punya kain batik tapi masih bingung bagaimana cara menyimpannya? Simak tips cara merawat batik berikut ini.

  • Hindari penggunaan bahan deterjen, karena kandungan kimia yang terdapat pada deterjen dapat mengikis warna alami yang menempel pada kain. Cucilah kain batik dengan lerak atau shampo dengan terebih dahulu mencampurnya dengan air hingga rata baru kain batik dimasukkan.
  • Kucek kain batik dengan lembut khususnya pada bagian yang kotor saja. Setelah bersih, jangan diperas melainkan ditarik pada ujungnya saja agar kain batik lurus kembali.
  • Jemur kain batik yang sudah dicuci di tempat yang teduh dan berangin. Jangan langsung dijemur pada tempat yang terkena matahari langsung.
  • Saat menyeterika, lapisi kain batik dengan kain lain agar tidak langsung terena panas.
  • Hindari menyemprot parfum atau pengharum badan lainnya pada batik karena akan merusakwarna kain batik itu sendiri.
  • Simpan kain batik pada lemari yang sudah ditaburi beberapa butir lada yang sudah dibungkus dengan tissue dan diletakkan pada sudut – sudut lemari. Fungsi lada sendiri sebagai pengganti kapur barus pengusir ngengat yang dapat merusak kain.

Semoga tips ini bisa bermanfaat untuk Mama yang mulai hobby mengoleksi kain batik.