Sumpah pemuda merupakan salah satu dari banyak gerakan yang dilakukan oleh para pemuda - pemudi Indonesia dari seluruh Nusantara untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Yuk simak beberapa fakta sejarah tentang Sumpah Pemuda, Ma. Sebagai bahan refleksi kita untuk menyemangati putra - putri mengisi dan kemerdekaan dengan menembangkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki.

Tahukah Mama, Bahwa pekik (seruan) merdeka pertama juga terjadi pada saat Kongres Pemuda II

  • Pada kesempatan tersebut, pekik “Merdeka” dilakukan sebagai yel – yel mulai dari hari pertama. Itulah sebabnya Belanda sebagai pemerintah yang berkuasa saat itu memperketat ruang gerak para pemuda –pemudi untuk melakukan pertemuan bahkan sampai menyita dokumen.

Saat Sumpah Pemuda dilakukan pada tanggal 28 September 1928 adalah kali pertama lagu Kebangsaan Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan dalam versi instrumen.

  • Lagu kebangsaan Indonesia Raya karangan WR.Soepratman sempat dilarang oleh pemerintah Belanda saat itu. Maka pada saat Kongres Pemuda Kedua yang dilakukan di Gedung Indonesische Clubgebow , Jl. Kramat Raya No 106, Senen, Jakarta Pusat, atas kegigihan pemuda untuk bernegosiasi dengan pemerintah yang berkuasa, maka lagu Indonesia Raya hanya boleh diperdengarkan dalam bentuk instrumen tanpa boleh dinyanyikan.

Media cetak saat itu mempunyai peran untuk menyebarluaskan lagu kebangsaan.

  • Sin Po dalah surat kabar yang mencantumkan informasi bahwa lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan milik Indonesia.

Masih ingatkah Mama tentang isi Sumpah Pemuda? Yuk kita mengingat kembali:

  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tumpah darah Indonesia.
  • Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbang sasatu, bangsa Indonesia.
  • Kami puta dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Peserta Kongres Pemuda sebagaian adalah anggota kepanduan.

  • Jika mama ingin mengajak buah hati untuk mengenal lebih jauh tentang Sumpah Pemuda, Mama bisa berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda yang dahulu menjadi Gedung Indonesische Clubgebow di Jl. Kramat Raya No 106, Senen, Jakarta Pusat. Melalui diorama dan buki sejarah yang ada,Mama bisa mendapatkan keterangan bahwa hampir semua peserta Kongres Pemuda pada saat itu berusia kurang dari 30 tahun dan bahkan ada yang masih tergabung dalam gerakan kepanduan atau pramuka pada masa kini.

Itulah beberapa bagian dari sejarah Sumpah Pemuda yang bisa Mama jadikan sebagai bahan untuk diceritakan kepada buah hati. Dengan segala suka – duka sejarah yang sudah dilakukan pendahulu, tujuan dari Sumpah Pemuda adalah sebuah pengakuan bahwa Indonesia memiliki banyak suku dan bahasa daerah. Dan untuk menyatukannya adalah rasa cinta dan bangga menjadi warga negara Indonesia dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang mempersatukan.

Jika pada tahu 1928, para orang tua mampu mendukung putra –putrinya untuk terlibat dalam gerakan merintis kemerdekaan, mengapa tidak kita jadikan inspirasi untuk membuat putra – putri kita mempertahankannya? Cara sederhananya dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Tidak harus dalam bahasa resmi, tapi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita bisa mengajarkan putra – putri kita untuk menghargai perbedaan suku dan bahasa daerah sebagai bentuk keragaman Indonesia. Karena sudah pasti kita tinggal berdampingan dengan orang – orang yang berbeda suku dan bahasanya.