Sebagai seorang Mama, kita pasti tahu bahwa imun sangat berperan penting dalam kesehatan baik untuk buah hati maupun untuk diri kita sendiri. Tapi bagaimana jadinya jika tubuh justru menyerang dirinya sendiri?

Autoimun. Nama penyakit yang digunakan ketika tubuh tidak lagi bisa membedakan sel baik dan sel buruk. Seperti halnya benda – beda elektronik yang error, tubuh pun demikian. Antibodi yang fungsi aslinya digunakan sebagai perisai tubuh terhadap kuman dan virus yang masuk, justru berfungsi sebaliknya. Akibatnya seseorang yang terkena autoimun akan lebih mudah lelah dan sewaktu – waktu mengalami nyeri pada persendian.

Penyebab awal terjadinya autoimun sendiri sampai saat ini masih belum bisa diketahui dengan pasti, namun penyakit ini lebih rentan diderita oleh perempuan usia produktif. Gejala yang ditemui pun tidak langsung mengarah pada penyakit autoimun seperti halnya gejala influenza atau diabetes.Namun secara umum, autoimun memiliki gejala sebagai berikut :

  • Nyeri sendi yang disertai pembekakan dengan rasa sakit hingga sendi tidak bisa digerakkan.
  • Sariawan yang terlalu sering
  • Rasa sangat kelelahan padahal tidak melakukan aktifitas fisik seperti berlari sebagai pemicunya.
  • Demam ringan disertai pusing. Secara fisik suhu badan lebih panas dari suhu orang sehat pada umumnya, namun jika diukur suhu termometer, angkanya menunjukkan suhu normal.

Jika mengalami beberapa gejala tersebut diatas lebih baik disikapi dengan tenang, karena untuk memastikan bahwa seseorang mengidap autoimun perlu pemeriksaan medis secara bertahap. Mulailah terlebih dahulu untuk memeriksa kesehatan ke dokter umum untuk mendapatkan diagnosa dan terapi awal. Dokter pulalah yang memutuskan perlu tidaknya dilakukan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan.