Sewatu kita kecil, lagu tersebut begitu akrab ditelinga kita, sambil membayangkan panjangnya kereta,dengan asap mengepul pada cerobong asapnya mengajak kita bertamasya dalam dunia khayal masakanak – kanak.

Saat ini perkembangan zaman membuat semua moda transportasi menjadi lebih modern. Kepulan asap kereta api pun berganti dengan jalur listrik yang menghubungkan kota Jakarta dengan daerah – daerah penyangga ibu kota seperti Bekasi,Tangerang dan Bogor. Lokomotif kereta api pun identik dengan sebutan Thomas mengikuti judul film kartun asal Benua Biru “Thomas and Friends”.

Tapi perkembangan tersebut dapat kita manfaatkan sebagai saran membuka dunia imajinasi anak untuk mengenal dunia yang luas. Jalanan lurus rel yang sedikir berbelok membuat antusiasme anak untuk mengetahui apa saja yang mereka lihat dan ada apa di depan sana.

Seorang teman bercerita bahwa anak –anaknya begitu antusias saat pertama kali mereka naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Bekasi menuju Jakarta Kota. Dengan membeli karcis pulang – pergi, mereka begitu girang saat bunyi klakson KRL berbunyi tanda berangat, dan pintu KRL menutup otomatis dan laju KRL yang lebih cepat dibanding kendaraan yang ada di jalan raya membuat mereka seperti terbang mengeksplorasi dunia luar

Dengan biaya murah meriah seharga semangkok bakso tak sebanding dengan sukacita dan antusiasme anak menikmati pemandangan. Saat KRL melintas stasiun Gambir, dan terlihat bangunan MONAS (MOnumenNASional) merangsang anak untuk menyukai kegiatan petualangan.

Namun ada yang perlu disiasati saat mengajakanak – anak pergi naik KRL. Jika hanya sekedar berkeliling naik KRL tanpa melanjutkan destinasi lainnya, berangkatlah disaat volume penumpang tidak terlalu ramai yaitu mulai jam 10 pagi pada saat berangkat, dan saat pulang dapat dilakukan satu rute alias langsung dengan KRL yang sama tanpa harus turun atau berpindah KRL.

Sesekali bisa dicoba loh Ma, jika ada hari libur yang tidak terlalu panjang tapi Mama ingin memanfaatkannya dengan berkualitas. Selamat mencoba ya Ma.