Hari Pahlawan memang diperingati setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya. Latar belakangnya adalah perjuangan para pemuda Surabaya yang dimotori oleh Bung Tomo untuk mempertahankan setiap jengkal tanah Indonesia agar terbebas dari penjajah asing.

Jika saat ini kita bertanya kepada anak – anak kita tentang arti kata “pahlawan” bagi mereka, salah satu jawabannya mungkin demikian “Pahlawan adalah orang yang rela mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia” atau mungkin kita akan mendengar juga kalimat yang akan membuat kita terharu dengan kalimat “pahlawanku adalah ayah dan ibu”. Selain mendengar semua alasan spontan yang diucapkan oleh anak – anak, kenapa tidak menjadi alasan kita untuk tampil menjadi pahlawan bagi anak – anak kita?

Menjadi pahlawan untuk anak bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dan bukan hanya sekedar berkorban karena tanggung jawab semata. Membantu anak membuat prakarya saat tugas sekolah, membuat salon pribadi untuk anak – anak perempuan kita di rumah seperti merawat rambut dengan bahan alami, mendampingi anak saat ada aktifitas atau kegiatan, mengajak sambil mengajarkan anak untuk mengenal cara merawat dan membersihkan rumah serta lingkungan atau kegiatan apapun dengan menyelipkan edukasi dan pendampingan adalah salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menjadi sosok pahlawan bagi anak – anak kita.

Karena bagaimanapun, disadari atau tidak, anak adalah peniru yang sangat baik dari apa yang dilihat dari terdekat, khususnya orang tuanya, dan mengacu pada arti kata “Pahlawan” orangtua akan lebih punya arti jika hadir mendampingi anak disaat mereka butuh kehadiran orangtua untuk mendukung hal – hal positif yang mereka lakukan.

Sebagai orangtua yang kreatif, unsur nasionalisme yang didapat dikaitkan dengan Hari Pahlawan secara nasional bisa dilakukan dengan mengajak anak melakukan napak tilas atau kunjungan ke objek wisata sejarah peninggalan pahlawan kemerdekaan seperti Museum Sumpah Pemuda di Jakarta, atau Museum Jendral Sudirman di Yogyakarta. Mengenalkan sejarah perjuangan memang penting nilainya, tetapi akan lebih punya nilai jika orangtua yang mengenalkan melalui pendampingan, contoh dan teladan.