Osteoporosis adalah suatu kelaianan tulang yang ditandai dengan berkurangnya kekuatan tulang karena kehilangan kalsium. Umumnya osteoporosis terjadi pada usia dewasa. Namun pada anak, osteoporosis dapat juga terjadi karena faktor keturunan atau gentik.

Gejala Osteoporosis pada anak tidak selalu menunjukkan gejala yang jelas. Namun yang sering timbul adalah :

  • Nyeri pada pergelangan kaki, punggung bawah, pinggang, pergelangan dan telapak kaki.
  • Bentuk tulang belakang yang tidak normal seperti tulang belakang yang membungkuk atau bengkok.

Mencegah memang lebih baik dari pada mengobati, dan tingkat osteoporosis pada anak juga bukan berada di zona mengkhawatirkan. Tapi tidak ada salahnya jika kita memperhatikan kondisi fisik pada anak, dan tentunya melakukan pencegahan seperti :

  • Memberi asupan makanan yang tinggi kalsium seperti sayuran hijau, susu, yoghurt atau keju
  • Menjemur anak khususnya pada balita antara jam 8 sampai jam 9 pagi.
  • Mengajak anak untuk olahraga beban ringan yang dapat meningkatkan kepadatan tulang seperti berjalan kaki atau naik turun tangga.
  • Konsultasi pada dokter jika anak mengalami keluhan berkelanjutan.

Pertumbuhan tulang akan mencapai tingkat maksimal pada usia 30 tahun, jika kita bisa menginvestasikan kesehatan tuluang pada anak sejak dini, kenapa tidak kita lakukan?