Mengenal Baby Led Weaning (Bayi Makan Sendiri)

Baby Lead Weaning (BLW) menurut salah satu jurnal kesehatanyang dipublikasikan NCBI (National Center for Biotechnology Information) tanggal 29 April 2017 dan dilansir olehTheurbanmama.com adalah salah satu metode alternatif pengenalan MPASI, dengan cara memberikan ruang gerak pada bayi untuk memakan sendiri makanan yang dipegang serta dipilihnya dalam bentuk finger food.

BLW sendiri selaian merupakan alternatif pemberian MPASI (Makanan PendampIng Asi) saat bayi mulai usia 6 bulan sampai dengan 12 bulan, prosesnya mulai ramai diperbincangkan saat salah satu musisi wanita Indonesia, Andien membagikan pengalaman penerapan BLW pada putra tunggalnya di salah satu media sosial. Pro – Kontra yang terjadi salah satunya adalah karena pada proses BLW, ada tahapan pemberian makanan yang hilang yaitu proses pemberian makanan lunak yang berangsur – angsur menuju kemakanan padat, sampai gigi anak tumbuh lengkap.

Sebagian ahli mengatakan metode BLW kurang tepat, karena bayi mengunyah makanan di saat gusinya belum tumbuh gigi dan justru akan berdapak pada proses pertumbuhan gigi bayi, kemungkinan bayi tersedak karena bayi belum bisa memperkirakan besarnya makanan yang dapat masuk ke mulut, serta daya kerja lambung yang belum siap namun dipaksa mencerna makanan yang belum tentu sudah dikunyah dengan baik. Kekhawatiran lainnya adalah resiko bayi mengkonsumsi makanan dengan kandungan garam dan gula yang terlalu tinggi

Sebagaian ahli lainnya mengatakan bahwa proses BLW dilakukan untuk merangsang syaraf motorik bayi melalui proses memilih, memegang, dan menghisap makanan yang dimakannya. Selain itu BLW juga dapat membuat kedekatan bayi dengan anggota keluarga yang lain, jika dilakukan pada saat jam makan keluarga. Proses makan anggota keluarga yang lebih tua membuat bayi mengikuti gerakan mengambil, menyuap dan mengunyah makanan.

Memberikan yang terbaik bagi buah hati pasti tidak akan sama antara orang tua yang satu dengan orang tua yang lain. Hal bijak yang bisa dilakukan adalah memperhatikan reaksi, baik secara langsung maupun tidak langsung dari sang buah hati, sambil tentunya berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter spesialis anak keluarga. Seperti sanggahan yang dilakukan penyanyi Andien saat menjawab pihak yang kontra dengan BLW yang dilakukannya. Ia mengatakan bahwa dirinya memberikan finger food putranya hanya dengan cara merebus begitu saja tanpa tambahan rasa apapun saat proses perebusan, serta tetap berkonsultasi dengan para ahli.

MPASI sendiri seperti kepanjangannya, hanya merupakan makanan pendamping ASI. Jadi selama buah hati masih dalam tahap menyusui, gizi utama tetap pada ASI yang nutrisi gizinya didapat melalui apa yang disantap oleh Mama. BLW bukan suatu tahapan wajib yang harus dilakukan Mama kepada buah hatinya, tergantung dari kemampuan buah hati untuk melakukannya dan tentu saja andil Mama untuk bisa mengetahui reaksi dan respon dari si buah hati. Karena hanya Mama yang lebih mengerti dan mengenal buah hatinya.