Mengajak Anak Mengenal Ibu Kota Lewat Sejarahnya

Apa yang ada di pikiran mama saat mendengarkata “Kebon Jeruk” “Sawah Besar” “Kampung Melayu” “Pondok Aren” “Pondok Kopi” atau nama – nama tempat di Jakarta yang berhubungan dengan nama buah atau nama ladang? Atau mungkin justru malah mama harus sedikit putar otak saat si buah hati menanyakan hal yang sama seperti di atas

Memang benar sebagian dari daerah Jakarta, namanya diambil dari nama buah, atau nama ladang. Alasannya karena pada zaman sebelum pembangunan besar terjadi daerah tersebut berupa ladang atau sawah.

Hal ini terjadi karena pada zaman sebelum merdeka,tingkat pendidikan masyarakat pribumi masih rendah, disamping itu kebijakan tanam paksa juga membuat masyarakat di daerah tersebut mencari cara mudah untuk medeskripsikan daerah tempat tinggal jadi satu bagian jati diri mereka.

Lalu jika nama daerah diawali dengan kata “kampung” alasannya mengacu pada zaman pra kemerdekaan, Kantor pusat VOC di jawa berada di Jakarta (dahulu bernama Batavia) membuat pendatang yang berkongsi dengan VOC datang dengan orang – orang yang bekerja sebagai pekerja kasar dan bermukin dalam satu daerah yang mengikuti kebiasaan warga Betawi, daerah tersebut akhirnya menyesuaikan dengan nama asal daerah para pendatang seperti “Kampung Ambon” “Kampung Makasar” “Kampung Bali”dan sebagainya. Sedangkan untuk “Kampung Melayu” memiliki cerita yang sedikit berbeda,alasannya karena pada abad ke – 17 ,daerah tersebut merupakan tempat pemukiman orang – orang dari Semenanjung Malaka yang sekarang bernama Malaysia dibawah pimpinan Kapten Wan Abdul Bagus. Seorang periwira administrator keturunanThailand yang bekerja untuk Kompeni Belanda.

Jejak peninggalan Belanda pun masih ada sampai saat ini di Kawasan Kota Tua, sebagian kecil di wilayah Pasar BaruJakarta dan Menteng (yang namanya juga diambil dari nama buah Menteng). Ingin mengenal Jakarta secara lebih lengkap pun bisa dilakukan dengan berkunjung ke Museum Nasional dan Monumen Nasional. Wah nama yang nyaris sama ya ma, tetapi ada perbedaan pada benda yang disimpannya.

Monumen Nasional /Museum Gajah menyimpanSejarah awal berdirinya Nusantara. Gedung yang dibuat pada masa pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1811 – 1816 menyimpan benda – benda peninggalan saat Indonesia masih berbentuk kerajaan pada zaman awal sejarah. Gedung dengan fentilasi udara yang baik dan didukung dengan pendingin ruangan pula, membuat nyaman jika mengajak buah hati kita berkunjung apalagi keterangan yang terdapat didalamnya cukup jelas sehingga mereka dapat belajar sejarah tidak hanya sekedar membaca tapi juga melihat dari dekat peninggalannya. Sedangkan Monumen Nasional (MONAS), adalah bangunan yang menjadi titik pusat daerah Jakarta. Berada tepat di depan Museum Nasional dan Istana Negara. Penyimpanan yang paling penting pada bangunan MONAS adalah Sang Saka Merah Putih yang dijahit sendiri oleh Ibu Fatmawati pada awal kemerdekaan dan juga diorama pendukung lainnya.

Semoga tulisan ini menginspirasi mama untukmerancang liburan selanjutnya atau mungkin member ide mama untuk mengisi kegiatan 17 Agustusan. Belajar tentang sejarah tidak harus di bukusejarah loh ma. Selamat mencoba