Hari Pekerja Indonesia

Hari Pekerja Indonesia

Tahukah Mama bahwa tanggal 20 februari dikenal dengan Hari Pekerja Indonesia? Ingin tahu sejarahnya Yuk simak selengkapnya di www.mamasuka.com

Selain peringatan May Day, kaum Pekerja Indonesia juga merayakan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) setiap tanggal 20 Februari. Hanya saja peringatan Harpekindo umumnya tidak dirayakan dengan mengelar aksi demo. Pada umumnya, peringatan Harpekindo di isi dengan kegiatan-kegiatan sosial, kegiatan internal, seminar-seminar dan rekreasi. Perbedaan watak ini, tidak berarti 1 Mei lebih penting dibandingkan dengan 20 Februari, setidaknya dalam perspetif sejarah pergerakan buruh Indonesia.

Disaat riuh gempita orasi dan juga yel-yel yang diteriakan mayoritas pekerja yang hadir disilang monas pada perayaan May Day 2017, terselip pertanyaan dalam hati, “Apakah benar ini merupakan harinya Pekerja Indonesia? atau hanya sekedar “latah”, Lantaran gegap gempita pemberian media massa terkait May Day?”.

Yah mungkin banyak diantara kita menganggap May Day merupakan harinya Pekerja indonesia. Hampir terlupakan dikarenakan minimnya pemberitaan tentang Hari Pekerja Indonesia atau yang lebih familiar dikenal dengan Harpekindo. Meskipun “kalah tenar” dengan May Day, Harpekindo sejatinya lebih dahulu dijadikan hari libur nasional, yang jatuh pada tanggal 20 Februari, dibandingkan dengan May Day pada tanggal 1 Mei. Hal ini bisa di lihat dari surat keputusan yang di keluarkan pemerintah.

Harpekindo menjadi hari peringatan Nasional setelah Presiden kala itu, Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1991 tentang Hari Pekerja Indonesia. Sementara May Day ditetapkan menjadi hari libur nasional melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2013, pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meski pernah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Indonesia Soeharto pada tahun 1967, menjadikan libur nasional di Indonesia menjadi 12 hari. Namun setahun setelahnya melalui Keppres No. 148 tahun 1968, Pemerintah menghapuskan tanggal 1 Mei dari daftar hari libur nasional.

Diperingatinya Hari Pekerja Indonesia, berawal dari keinginan berbagai Serikat Pekerja kala itu, yang ingin menyederhanakan menyatukan semangat seluruh pekerja diseluruh Indonesia. Para pimpinan Serikat Pekerja bertekad mewujudkan aspirasi para pekerja yang secara politis ingin membebaskan dominasi dan peran SBSI yang berhaluan komunis. Mereka kemudian mendeklarasikan pembentukan Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI) pada tanggal 20 February 1973 dengan Agus Sudono sebagai Ketua Umum FBSI pertama.

Kini, seiring era reformasi yang diikuti dengan berdirinya berbagai organisasi Serikat Pekerja, Hari Pekerja Indonesia tampaknya semakin terlupakan. Pekerja / Buruh lebih sering mengunakan momentum 1 Mei. Namun, yang perlu menjadi perhatian bersama adalah, bagaimana Harpekindo maupun May Day bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan kaum Pekerja / Buruh, dan bukan menjadi komoditi sebagai golongan dalam mencapai target tertentu.

Demikian penjelasan yang dapat disajikan dimana tulisan ini bersumber dari http://www.lemspsi-tmmin.org. Semoga kita semakin bertambah ya pengetahuannya Ma :)