Setiap tanggal 1 Desember di seluruh dunia, diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Salah satu penyakit autoimun dengan virusnya yang bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang kemudian berkembang dalam tubuh manusia dan menjadi AIDS. Cara kerja HIV menyerang sel CD4 yang merupakan salah satu unsur sel pertahanan tubuh yang ada pada sel darah putih.

AIDS (Acquired Immune Definciency Syndrome) sendiri adalah sindrom dari rusaknya kekebalan tubuh karena HIV yang sudah mulai menyerang tubuh dan merangsang sel tumor untuk cepat berkembang. Inilah salah satu alasan orang yang menderita HIV secara perlahan juga menderita AIDS atau disebut juga ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)

Penularan virus HIV / AIDS umumnya terjadi melalui hubungan intim dengan berganti pasangan tidak resmi, penggunaan jarum suntik yang teledor atau tidak diganti setelah sebelumnya digunakan pada orang yang positif terkena HIV / AIDS. Penularan yang paling cepat terjadi adalah dari ibu yang positif terkena ODHA ke anaknya yang masih berada dalam kandungan atau yang masih dalam fase menerima ASI.

Ada kurang lebih 150 kasus HIV / AIDS per tahun di Indonesia, tapi bukan berarti ODHA adalah seseorang yang harus diasingkan layaknya sampah masyarakat. HIV / AIDS tidak menular hanya karena bersentuhan kulit secara langsung seperti berjabat tangan atau sekedar duduk berdampingan, karena penularan HIV /AIDS terjadi melalui kontak darah dan cairan pembawa virus pun terjadi pada air mani atau cairan vagina. Seseorang yang terkena virus HIV/AIDS pun perlu ada pembuktian secara uji laboratorim yang menyatakan dirinya positif terkena HIV / AIDS

Sampai dengan saat ini, obat untuk menangkal danmenghilangkan HIV/AIDS yang ada hanya memperlambat penyebaran virus ke seluruh tubuh yang tetap harus dikonsumsi sesuai dengan arahan terapi dari dokter. Oleh karena itu mari sikapi ODHA secara positif, bukan dengan cara mengucilkan mereka. ODHA tidak sepatutnya mendapat sanksi sosial jika pola hidup sehari –hari mereka sudah seperti masyarakat pada umumnya.

Beri perhatian pada ODHA dengan memberi dukungan pada masa –masa pengobatannya serta ingatkan mereka untuk tetap menjaga asupan gizi. Karena HIV/AIDS menyerang sistem kekebalan tubuh, maka daya tahan tubuh yang masih tersisa harus tetap terjaga agar pengobatan untuk memperlambat penyebaranHIV/AIDS dalam tubuh ODHA bisa maksimal.