Ber-Pancasila dan Ber- Bhineka Sejak Dini

Mengajarkan anak untuk menjalankan perintah agama memang menjadi sebuah kewajiban mutlak setiap orang tua. Akan menjadi bermanfaat apabila anak sudah terbiasa melakuan doa atau berpuasa pada ketentuanyang sudah ditetapkan oleh agama. Tentu akan ada rasa bangga tersendiri sebagai orang tua, apabila anak – anak kita sudah mencapai tahap pemahaman melakukan perintah agama tanpa perlu diingatkan berulang kali apalagi dipaksa. Tetapi perlu diingat juga bahwa sebagai manusia kita juga hidup berdampingan dengan sesama, dari berbagai suku, agama,ras dan golongan yang tidak dapat kita hindarkan, tidak terkecuali pada duniaanak – anak. di sekolah, mereka pasti bertemu dan berteman dengan anak dari keyakinanyang berbeda.

Dan saat mereka bermain bersama entah dilingkungan sekolah atau di lingkungan rumah, pasti kita pernah mendapatpertanyaan “ma, kok dia tidak mau diajak sholat? Atau “ma, Martha tadi main dengan aku, pada jam sholat, dia ingin ikut aku sholat, tapi dia tidak tau caranya sholat, katanya di rumahnya gak yang ngajarin”

Pertanyaan sederhana, tapi butuh jawaban yang bijak dan tidak menimbulkan sikap anti toleransi. Dengan menjelaskan pada anak sesuai bahasa mereka bahwa yang beragama Nasrani tidak melakukan sholat seperti umat Muslim tapi bukan berarti tidak boleh berteman. Begitu juga jika mereka memiliki teman yang pada hari raya seperti Imek, dan Nyepi teman – teman mereka yang menjalankan agamanya tidak bisa bermain bersama atau bahkan sulit dihubungi.

Pertanyaan semacam itu akan terus ada dan terjadi secara berulang – ulang dimanapun kita dan yang menanyakan bisa juga dari keponakan kita. Inilah salah satu keistimewaan kita yang tinggal di Indonesia yang ber- azaz-kan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, dimana negara mengakui dan memiliki keberagaman suku, ras, golongan dan termasuk juga 6 agama yang diangkui pemerintah. Karena perbedaan bukan hal yang harus dicari kesamaannya, tetapi untuk dihargai demi sebuah keharmonisan berbangsa dan bernegar untuk bersama memajukan Indonesia.