Tertib Di Jalan Bersama Buah Hati

Hiruk pikuk jalan raya membuat kita harus bersikap waspada dan hati - hati. Disadari atau tidak, terkadang orangtua juga lupa bahwa berjalan bersama buah hati juga butuh pengawasan yang ektra. Meskipun tidak ada aturan tertulis. Hal – hal yang harus diperhatikan antara lain :

  • Gandenglah buah hati kita saat sedang berjalan kaki. Selain untuk keamanan, usia buah hati untuk punya rasa kehati – hatian biasanya mulai ada pada usia 4 tahun keatas.
  • Saat menggandeng buah hati, posisikan mereka disebelah kiri kita.
  • Jika buah hati kita berumur 3 tahun kebawah, alangkah baiknya jika kita menggendong buah hati kita saat menyeberang jalan baik menggunakan JPO (Jembatan Penyebrangan Orang) atau melalui zebracross. Karena daya tahan kaki buah hati kita belum maksimal seperti kaki orang dewasa.
  • Point penting yang harus diperhatikan saat berjalan kaki adalah jangan gunakan perhiasan yang berlebihan baik pada diri kita sendiri atau pada buah hati. Karena menggunakan perhiasan yang berlebihan dapat mengundang niat bagi pelaku kejahatan melakukan aksinya.

Rambu lalu lintas ternyata juga dibedakan menurut warna keselamatan, simbol atau tulisan, serta makna dari tiap – tiap rambu yaitu : * Warna dasar putih dengan huruf P, S atau menunjuk arah namun tersilang berarti tanda larangan. * Warna dasar kuning dengan tulisan hitam untukperhatian/waspada dan rambu yang menginformasikan potensi bahaya. * Warna dasar hijau dengan tulisan putih atau tanda tertentu seperti tanda panah dari berbagai sudut dengan gambar kumpulan orang ditengahnya, berarti rambu untuk penanda zona aman serta pertolongan pertama.

Seperti lampu lalu lintas dimana merah berarti berhenti, kuning itu hati – hati dan hijau berarti tanda aman. Untuk rambu lainnya dengan dasar warna sama seperti lampu lalu lintas pun demikian. Karena rambu – rambu pada umumnya dibuat dengan mudah dipahami, maka marilah kita berkreatifitas jika buah hati kita bertanya tentang makna dari setiap rambu yang ada sesuai dengan pedoman warna yang sudah disebutkan. Jika kit abisa mengajak buah hati kita tertib lau lintas maka minimal kita bisa menyumbangkangenerasi tertib berlalu lintas.