Idul Adha di Negara Lain

Merayakan hari raya Idul Adha bukan di tanah air, pasti punya cerita dan kesan tersendri. Perbedaan budaya dan kebijakan pemerintah setempat menjadi faktor yang membuat suasana itu berbeda, meskipun berbeda tapi inti dan makna dari perayaan Idul Adha tersebut akan tetap sama. Bagi warga negara Indonesia yang sedang berada di negara rumpun Indonesia seperti Malaysia, atau Brunai tidak terlalu terasa perbedaan perayaannya karena di dua negara itu, Islam adalah agama mayorias disana, kultur budaya pun tidak jauh berbeda baik dari sajian makanan mapun suasana silahturahmi bahkan tradisi pemotongan hewan pun masih dapat ditemui

  • Niat Yang Sama, Tempat Yang Berbeda Berada di negara yang mayoritas penduduknya bukan beragama muslim membuat pemerintah setempat juga mengambil kebijakan untuk menjadikan rumah jagal sebagai tempat penyembelihan hewan qurban, tidak seperti di Indonesia atau negara – negara dengan dengan mayoritas muslim lainnya yang melakukan penyembelihan hewan di masjid - masjid untuk kemudian disalurkan langsung pada masyarakat kurang mampu. Untuk negara – negara yang melakukan kebijakan menyembelih hewan qurban di rumah jagal, daging hewan qurban yang sudah disembelih, langsung di distribusikan sesuai permintaan dari pemberi qurban atau lembaga – lembaga islam di daerah setempat yang menyumbang hewan qurban. Penyaluran daging hewan qurban juga sampai ke luar negri, karena jumlah penduduk yang tidak banyak atau jumlah masyarakat kurang mampu yang sedikitlah yang menjadi alasannya.
  • Merasa Seperti di Kampung Sendiri Tinggal jauh dari tanah air dan keluarga membuat suasana kebersamaan paling dirindukan, begitu pula dengan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negri. Pemerintah pun menyadari hal tersebut. Oleh karena itu pemerintah melalui Kedutaan Besar dan KonsulatJendral di negara yang sudah memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, melakukan kegiatan yang umumnya dilakukan di Indonesia dan tak terkecuali dengan Sholad Ied bahkan Sholad Idul Fitri. Jumlah masjid yang juga terbatas,tidak dijadikannya hari libur nasional bagi agama minoritas di negara lain, menjadi alasan warga negara Indonesia berkumpul di Kedutaan Besar dan Konsulat Jendral negara setempat, selain melepas rindu pada hidangan khas Indonesia yang sulit ditemui karenaterbatasnya toko yang menjual makanan Indonesia atau sekedar bercengkrama bertukar kabar dengan sesama warga negara Indonesia disana yang tinggalnya berbeda kota .Dan untuk melengkapi rasa rindu akan kampung halaman, Kedutaan Besar dan Konsulat Jendral Republik Indonesiajuga membuat acara hiburan bernuansa Indonesia. Dimensi ibadah dalam tradisi qurban, dalam hari raya IdulAdha menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. Qurban berarti memberidengan iklas kepada sesama yang membutuhkan. Makna berkorban juga didapatdengan saling membantu dengan ikhlas sebagai sesama ciptaan Tuhan