4 Cara Mengajarkan Anak Untuk Meminta Maaf

4 Cara Mengajarkan Anak Untuk Meminta Maaf

Dalam menyikapi sibuah hati kita memang harus sabar ya Ma. Kadang kita suka kesal jika si kecil suka melakukan hal yangsalah. Bagaimana yah kita menyikapinya ketika dia berbuat salah, yukajari sibuah meminta maaf simak selengkapnyanya diwww.mamasuka.com

Meminta maaf merupakan hal yang sulit dilakukan oleh banyak orang, tak terkecuali anak-anak. Orang dewasapun cenderung membutuhkan waktu lama untuk meminta maaf, padahal meminta maaf adalah suatu perbuatan mulia yang terpuji. Kebiasaan meminta maaf perlu ditumbuhkan sejak masih anak-anak karena meminta maaf adalah salah satu ciri karakter bijak dan baik. Maka, orang tua memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik anaknya agar tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana dengan berbesar hati meminta maaf untuk kesalahan yang dilakukannya.

Mudah meminta maaf akan membuat anak diterima oleh lingkungan pergaulannya dengan baik. Ia juga akan disenangi dan mudah membaur dengan orang lain. Menumbuhkan karakter dan kepribadian mudah meminta maaf pada anak harus dimulai sejak dini untuk memastikan anak tumbuh menjadi pribadi penyayang dan santun yang akan terbawa hingga ia dewasa kelak. Berikut ini adalah beberapa tips dan cara mudah mendidik anak untuk minta maaf yang dapat orangtua terapkan di rumah, dan menjadikan hal itu sebagai bagian dari karakter anak sehari-hari.

Tips Mengajari Anak agar Mau Meminta Maaf

Meminta maaf harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang baik pada anak dan membentuk karakternya lebih bijaksana dan welas asih. Dengan meminta maaf, sungguh banyak manfaat dan hal-hal baik yang akan datang di kehidupan anak baik saat ini maupun di masa yang akan datang. Cara-cara di bawah ini bisa diterapkan untuk mengajarkan anak agar mau meminta maaf dan menjadi kebiasaan yang baik baginya sejak kecil.

  1. Mengenalkan Sejak Kecil

Cara paling mudah dan tepat untuk mendidik anak agar mau meminta maaf adalah mengenalkannya sejak kecil, bahkan sejak pertama kali anak mampu berbicara dan berinteraksi dengan lingkungannya. Saat anak melakukan kesalahan yang tak disengaja maupun disengaja, ajarkan anak untuk mengucapkan kata maaf. Awalnya mereka memang belum bisa memahami makna sebenarnya, namun memori itu akan tersimpan di otak anak dan terekam hingga mereka mampu memahaminya.

Saat anak mulai tumbuh besar dan daya nalarnya mulai bertambah, berikan pemahaman lebih lanjut tentang makna dari kata maaf yang harus ia ucapkan saat ia berbuat kesalahan. Beri contoh pada anak bagaimana cara yang tepat untuk menunjukkan penyesalannya dan menebus kesalahannya tersebut.

  1. Mulai dari Kebiasaan Keluarga

Menurut teori psikologi anak, anak adalah peniru yang ulung. Otaknya dirancang untuk menyerap dengan cepat dan menirukan hal-hal dan perilaku yang ia saksikan dari keluarga dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, sebagai orangtua, Anda adalah kunci utama teladan anak dalam menerapkan kata maaf. Minta maaflah dengan tulus bila Anda melakukan kesalahan pada siapapun dan usahakan anak melihat secara langsung saat Anda mengucapkan kata maaf itu.

Hal ini sangat bermanfaat untuk mengajarkan pada anak tentang sikap yang baik saat meminta maaf. Ajarkan pada anak bahwa meminta maaf bukan merupakan tanda bahwa ia lemah, namun justru kekuatan besar untuk membentuk kepribadiannya menjadi orang yang baik dan bijaksana. Dengan mencontohkan secara nyata, anak akan lebih terbiasa untuk meminta maaf dengan spontan saat ia melakukan kesalahan.

  1. Ajari Anak Meminta Maaf dari Hal-Hal Kecil yang Tak Sopan

Mendidik anak untuk mengucapkan kata maaf memang tidak bisa dilakukan secara cepat. Anda tidak dapat mengharapkan anak bisa berperilaku sopan dan meminta maaf dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu agar anak Anda paham sepenuhnya karena sejatinya ia pun masih anak-anak yang kemampuan nalar berpikirnya belum sebaik orang dewasa.

Yang paling tepat untuk dilakukan adalah mengajari dan memberikan stimulus yang terus-terusan pada anak untuk meminta maaf dimulai dari kesalahan-kesalahan kecil dan sepele yang dilakukannya. Ajarkan pada anak bahwa ia melakukan hal yang tidak sopan dan ia harus meminta maaf karenanya. Contohnya, saat sedang makan bersama dan anak bersendawa keras atau buang gas, beritahu anak bahwa tindakan itu tidak sopan. Lalu bimbing ia untuk mengucapkan kata maaf. Dengan memulai dari hal kecil, pada akhirnya anak akan terbiasa meminta maaf untuk hal-hal besar berikutnya.

  1. Beri Pemahaman Bahwa Meminta Maaf Adalah Sebuah Kebanggaan

Setiap manusia dilahirkan dengan ego, maka sangat wajar bila ada orang yang sangat sulit meminta maaf karena ia berpikir bahwa harga dirinya akan jatuh. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Dengan meminta maaf, harga diri kita akan naik berlipat-lipat dan menimbulkan sebuah kebanggan bagi diri sendiri dan orang lain. Hal ini tentu belum sepenuhnya dipahami oleh anak di usia berpikirnya sekarang. Namun, perlahan seiring dengan kedewasaan anak, ia akan mampu menyerap dan memahami esensi pembelajaran tentang meminta maaf yang Anda ajarkan padanya sejak ia masih kecil.

Beri pemahaman bahwa sikap meminta maaf secara tulus akan membawanya pada sebuah perasaan bangga yang begitu besar dan tak dapat dikukur oleh apapun. Ajarkan anak untuk berpikir bahwa meminta maaf dapat membuat semua masalah yang paling runyam sekalipun akan berakhir damai dan membahagiakan. Tunjukkan juga pada anak bahwa jika ia meminta maaf, orang lain justru akan berbalik sangat menghormati dia dan memberikan sepenuhnya rasa cinta dan kasih pada dirinya. Begitu banyak manfaat yang akan ia peroleh, pastikan ia tahu hal ini agar dia makin mengerti dan termotivasi.

Demikain yang dapat di suguhkan artikel ini bersumber dari https://dokteranak.org semoga bisa bermanfaat untuk kita ya Ma.